Beranda Daerah Dugaan Alat Berat Untuk PETI Bebas Lalu Lalang di Depan Polsek Tabir...

Dugaan Alat Berat Untuk PETI Bebas Lalu Lalang di Depan Polsek Tabir Barat, Kinerja APH Dipertanyakan…!!!

MERANGIN, LORONGNEWS.id – Maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Tabir Barat seolah tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Alat berat yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas tambang ilegal bahkan disebut bebas keluar masuk dan melintas di depan Mapolsek Tabir Barat.

Pada Rabu (15/7/2026), wartawan melihat langsung sebuah mobil pengangkut alat berat (lowbed) Melintas dalam kondisi kosong tepat di depan Mapolsek Tabir Barat. Kendaraan tersebut diduga baru saja mengantar atau akan menjemput ekskavator yang digunakan di lokasi PETI.

Di tengah dugaan beroperasinya lebih dari 100 unit ekskavator di sejumlah titik di Kecamatan Tabir Barat, pemandangan tersebut memunculkan pertanyaan besar. Apakah aparat penegak hukum benar-benar tidak mengetahui, atau justru tidak berdaya menghentikan aktivitas yang berlangsung terang-terangan itu?

Berita Lainnya  Selamat dan Sukses Pelantikan BPD Desa Jayalaksana Kecamatan Cabangbungin, Ini Kata AfifOpik...!!!

Saat wartawan mendatangi Mapolsek Tabir Barat untuk meminta konfirmasi, Kapolsek tidak berada di tempat. Konfirmasi kemudian dilakukan kepada salah seorang Kanit.

Ketika disampaikan bahwa media akan memberitakan aktivitas PETI, termasuk yang diduga berada di depan kantor desa, Kanit tersebut menjawab singkat, “Terserah mau diberitakan atau tidak.”

Jawaban lain yang lebih mengejutkan datang dari salah seorang anggota yang sedang bertugas piket.

“Sekarang mau diberitakan, ya silakan saja. Orang Mabes saja tidak mampu, apalagi kami,” ujarnya.

Pernyataan itu menimbulkan kesan adanya sikap pesimistis terhadap upaya pemberantasan PETI yang selama ini menjadi persoalan serius di Kabupaten Merangin.

Berita Lainnya  Pokja IWO Indonesia Desak Sanksi Diskualifikasi bagi Calon Kades yang Libatkan Perangkat Desa dalam Tim Sukses

Seorang warga Tabir Barat yang ditemui media ini mengaku heran mengapa aktivitas PETI masih terus berlangsung. Menurutnya, jika ada keseriusan dari aparat, aktivitas tersebut sebenarnya tidak sulit dihentikan.

“Kalau mobil tangki pembawa solar tidak dibiarkan masuk ke lokasi tambang, alat berat itu pasti berhenti bekerja. Dulu pernah alat-alat itu mogok karena pasokan BBM tidak masuk,” katanya.

Warga juga mengaku sering melihat aktivitas di Mapolsek hanya dijaga petugas piket.

“Yang sering ada cuma anggota piket. Yang lain jarang terlihat,” ujarnya.

Berita Lainnya  Oknum Kadis dan Guru di Batang Dilaporkan: Diduga Gunakan Pengaruh Jabatan demi Manipulasi Data

Maraknya aktivitas PETI yang diduga menggunakan puluhan bahkan lebih dari seratus ekskavator menjadi tantangan serius bagi aparat penegak hukum. Publik kini menunggu langkah nyata kepolisian untuk membuktikan bahwa hukum masih berlaku bagi para pelaku tambang ilegal, bukan sekadar menjadi tontonan yang berlangsung di depan mata.

Hingga berita ini diterbitkan, Kapolsek Tabir Barat belum memberikan tanggapan resmi. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari Polsek Tabir Barat maupun Polres Merangin sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

(Yah/Oleng)

Bagikan Artikel

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini