SERANG, Lorongnews.id — Pelaksanaan revitalisasi SD Negeri Pager Agung yang dibiayai APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai bantuan Rp1.165.521.000 mendapat sorotan dari Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Serang.
Sorotan tersebut berkaitan dengan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), setelah seorang pekerja menyampaikan bahwa sepatu boots yang tersedia di lokasi disebut hanya dua pasang.
Informasi itu diperoleh Ketua DPD IWOI Kabupaten Serang, Suprani, saat melakukan peninjauan dan berdialog dengan sejumlah pekerja di lokasi proyek.
Suprani menilai informasi tersebut perlu diklarifikasi oleh pihak pelaksana, terutama terkait kecukupan alat pelindung diri (APD) bagi seluruh pekerja sesuai jenis pekerjaan dan tingkat risiko di lapangan.
“Kami tidak sedang mencari kesalahan. Ini fungsi kontrol sosial. Kalau benar APD yang tersedia terbatas, tentu harus menjadi perhatian karena keselamatan pekerja merupakan bagian penting dari pelaksanaan proyek.” ungkap Suprani.
Menurutnya, proyek pembangunan fasilitas pendidikan tidak hanya harus memperhatikan kualitas dan target pekerjaan, tetapi juga memastikan seluruh pekerja memperoleh perlindungan keselamatan yang memadai.
IWOI Kabupaten Serang mendorong pihak pelaksana maupun penanggung jawab kegiatan memberikan penjelasan terkait jumlah pekerja, ketersediaan APD, penerapan prosedur K3, serta mekanisme pengawasan keselamatan di lokasi.
Suprani juga menegaskan pihaknya tidak ingin mengambil kesimpulan hanya berdasarkan keterangan satu pihak.
“Kami membuka ruang klarifikasi. Jika APD telah tersedia sesuai kebutuhan dan pekerja mendapatkan perlindungan yang memadai, silakan dijelaskan. Jika memang ada kekurangan, tentu harus segera dibenahi.” tambahnya.
Ia berharap revitalisasi SD Negeri Pager Agung tetap berjalan sesuai target tanpa mengabaikan keselamatan tenaga kerja.
“Pembangunan sekolah harus menghasilkan fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman. Karena itu, proses pembangunannya juga harus memperhatikan keselamatan orang-orang yang mengerjakannya.” tegasnya.
IWOI Kabupaten Serang menyatakan akan terus melakukan pemantauan secara proporsional dan berimbang terhadap pelaksanaan proyek tersebut, termasuk memberikan ruang bagi pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi.
(red)





























