Beranda Daerah Perpisahan Santri Ponpes Madinatul Ulum Diwarnai Isak Tangis Walaupun di Guyur Hujan...

Perpisahan Santri Ponpes Madinatul Ulum Diwarnai Isak Tangis Walaupun di Guyur Hujan Gerimis

MERANGIN, LORONGNEWS.id – Merangin Suasana haru menyelimuti acara perpisahan santri Pondok Pesantren Madinatul Ulum di Kelurahan Pameneng, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin,Rabu (13/05/2026).

Walau diguyur hujan Gerimis yang turun perlahan seolah menambah syahdu momen pelepasan 34 santri dan santriwati tahun ajaran 2026 yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Tangis haru pecah di halaman masjid ponpes saat para santri berpamitan dengan para guru dan orang tua. Acara pelepasan berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh pimpinan ponpes, Ustaz Kholik, didampingi para tenaga pengajar lainnya.

Dalam sambutannya, Ustaz Kholik menyampaikan rasa bangga sekaligus haru melepas para santri yang selama ini dibina di lingkungan pesantren.
“Tahun ini kami melepaskan para santri dan santriwati untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi. Semoga ilmu yang didapat menjadi bekal dunia dan akhirat,” ujarnya.

Berita Lainnya  Minimnya Penerangan, Anggaran Perawatan Lampu Penerangan Jalan Umum di Jalan Raya Cabangbungin Dipertanyakan Warga

Ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Merangin untuk tidak ragu menitipkan anak-anak mereka ke pondok pesantren sebagai tempat membentuk karakter, akhlak, dan pendidikan agama.
Acara tersebut turut dihadiri M. Syukur beserta rombongan, hadir Kepala BKD, firdi ferdian perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Merangin Nurul Amin, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, wali santri, serta tamu undangan lainnya. Diperkirakan lebih dari seribu orang hadir memadati lokasi acara. Pengamanan dilakukan oleh personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat.

Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur memberikan apresiasi kepada pimpinan dan para guru Ponpes Madinatul Ulum yang dinilai istiqomah membina generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan dunia digital.

Berita Lainnya  IWO Indonesia Kabupaten Bekasi: Potensi Pendapatan Masih Jauh dari Maksimal, Bapenda Harus Kerja Cerdas, Bukan Cuma Rutinitas

Menurut Bupati, masyarakat perlu meluruskan cara pandang terhadap pesantren. Ia menegaskan bahwa pesantren bukan tempat “pelarian” bagi anak-anak bermasalah, melainkan tempat membentuk pribadi yang berilmu dan berakhlak.

“Pesantren bukan tempat menampung anak nakal, Yang perlu kita introspeksi adalah bagaimana komunikasi antara orang tua dan anak bisa terputus. Pendidikan tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada guru, orang tua tetap punya peran penting,” ujar M. Syukur.

Ia menambahkan, di tengah perkembangan dunia maya saat ini, agama menjadi benteng utama bagi generasi muda.
“Kita harus mampu mengikuti globalisasi, tapi bentengnya adalah agama. Dan ilmu agama paling banyak dipelajari di pesantren,” tambahnya.
Selain menghadiri perpisahan santri, Bupati juga menanggapi aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan di kawasan Pasar Pamenang. Ia memastikan pemerintah daerah berkomitmen melakukan perbaikan melalui anggaran perubahan.
“Insyaallah di anggaran perubahan nanti perbaikan jalan Pasar Pamenang akan kita selesaikan. Kami mohon masyarakat bersabar karena semuanya harus melalui mekanisme anggaran,” jelasnya.

Berita Lainnya  Ditanya Soal Mlangun Coffee, Bupati Malah Minta Wartawan “Berkawan Saja” dengan Owner

Di akhir sambutannya, Bupati berpesan kepada para santri agar tidak hanya mengejar ilmu pengetahuan, tetapi juga menjaga adab dan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.
“Masuk pesantren tidak harus menjadi kiai. Silakan jadi dokter, pengusaha, pejabat, atau profesi apa pun, asalkan tetap memegang teguh nilai-nilai Al-Qur’an. Jadilah duta dakwah di manapun kalian berada,” pungkasnya.

(Yah)

Bagikan Artikel

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini