Beranda Daerah RS Siti Aisyah “Berwajah” Besi Tua: Nyawa Pasien Dipertaruhkan, Genset Rusak, Ke...

RS Siti Aisyah “Berwajah” Besi Tua: Nyawa Pasien Dipertaruhkan, Genset Rusak, Ke Mana Larinya Uang Rakyat

LUBUKLINGGAU, LORONGNEWS.id – Senin, 16/03/2026 – Sebuah pemandangan yang sangat memalukan dan jauh dari standar kemanusiaan terjadi di RS Siti Aisyah Lubuklinggau malam ini. Selama 90 menit penuh, dari pukul 19.00 hingga 20.27 WIB, Rumah sakit rujukan ini berubah menjadi gedung mati yang gelap gulita. Tragisnya, kegelapan ini bukan karena bencana alam, melainkan karena kebobrokan manajemen dalam memelihara fasilitas vital: Genset rumah sakit dilaporkan rusak total.

Kenyataan pahit ini terungkap bukan dari siaran pers resmi manajemen yang tertutup, melainkan dari mulut petugas di garis depan. Saat dikonfirmasi mengapa rumah sakit dibiarkan gelap gulita tanpa cadangan listrik, penjaga tiket parkir dengan enteng berujar: “Gensetnya rusak,”ucapnya.

Berita Lainnya  Miris...! Menu MBG di Desa Jayalaksana Cabangbungin Dipertanyakan, IWO Indonesia Kabupaten Bekasi Soroti Standar Gizi dan Porsi

Pernyataan singkat ini adalah tamparan keras bagi kredibilitas rumah sakit. Bagaimana mungkin instansi kesehatan yang setiap tahunnya menyedot anggaran pemeliharaan luar biasa besar, bisa membiarkan “jantung” cadangannya membusuk menjadi besi tua? Apakah nyawa pasien di dalam sana hanya dinilai seharga tiket parkir.

Publik kini berhak bertanya dengan nada paling sinis kepada Pemerintah Kota hingga Kementerian Kesehatan di Jakarta:

– Ke mana larinya anggaran perawatan berkala jika saat dibutuhkan genset justru “mati suri”?

– Apakah belanja suku cadang hanya fiktif di atas kertas, sementara mesin dibiarkan karatan?

Berita Lainnya  DPW IWO Indonesia Provinsi Banten Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Jabatan Baru Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho S.H., S.I.K., M.Si. Sebagai Wakapolda Banten

– Siapa yang bertanggung jawab jika ada pasien di ruang ICU atau bayi di inkubator yang kehilangan nyawa akibat kegagalan sistemik ini?

“Mati lampu 1,5 jam di rumah sakit itu bukan kendala teknis, itu kriminalitas manajerial! Bayangkan pasien yang sedang dioperasi atau sesak napas butuh oksigen listrik. Ini sangat memalukan!” teriak salah satu keluarga pasien yang panik di tengah kegelapan malam ini.

Kementerian Kesehatan di Jakarta harus segera turun tangan. Kejadian pada Senin malam, 16 Maret 2026 ini adalah bukti bahwa pengawasan terhadap RS Siti Aisyah telah gagal total. Jangan sampai Jakarta hanya menerima laporan “asal bapak senang”, sementara di daerah rakyat harus bertaruh nyawa di tengah fasilitas yang sudah berubah fungsi menjadi gudang besi tua.

Berita Lainnya  Keluarga Besar DPD IWO Indonesian Kabupaten Bekasi, Ucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Publisher -Red

Bagikan Artikel

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini