MERANGIN, LORONGNEWS.id – Proyek pengerasan jalan Lorong Cekdam, Desa Simpang Limbur Merangin, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin, kembali memantik kemarahan warga. Pekerjaan yang menelan anggaran Rp 487,345 juta dari APBD Merangin 2025. Diduga kuat dikerjakan asal-asalan secara serampangan dan tanpa pengawasan memadai.
Jalan sepanjang 200 meter yang baru disiram tiga mobil material pada Sabtu malam (30/11) Sontak berubah menjadi kubangan lumpur setelah hujan deras mengguyur. Kondisi tersebut bukan hanya memalukan, tetapi juga mengindikasikan mutu pekerjaan yang sangat buruk diduga tidak sesuai RAB.
Seorang ibu rumah tangga berinisial “D” pada Minggu pagi tak mampu menahan kekesalan. Ia turun ke jalan sambil meluapkan protes keras karena halaman rumahnya terendam lumpur, “Beginikah hasil proyek ratusan juta? Mana wartawan, buatkan berita! Lebih baik tak usah dibangun kalau akhirnya seperti ini. Dulu tidak separah ini,” teriaknya dengan nada marah.
Warga lain “AL” Menilai proyek tersebut dikerjakan tanpa standar konstruksi yang benar.
“Ini jelas asal jadi, Kami minta ditambah batu dan diperbaiki lagi. Jangan seenaknya pakai uang rakyat,” katanya tegas.
Warga menuntut pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait turun tangan. Mereka mendesak agar proyek ini diaudit dan diperbaiki sebelum menimbulkan kerusakan lebih besar dan merugikan masyarakat sekitar.
Proyek publik, kata warga, seharusnya memberi manfaat bukan menambah masalah.
(tim)






























