PURWAKARTA, LORONGNEWS.id – Di tahun sebelumnya Pemkab Purwakarta Bersama BPJS ketenagakerjaan Resmi meluncurkan Program Universal Coverage Jamsostek, di Bale Sawala Yudistira 2025.
Namun, Kegiatan ini suatu langkah awal dalam memperluas Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Para Pekerja Non-Formal.
Saat, Bupati Purwakarta Saepul Bahri mengumumkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Program tersebut didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT)
Bentuk,Komitmen Bupati Purwakarta Saepul Bahri dalam memberikan perlindungan kerja bagi mereka yang selama ini belum tersentuh jaminan sosial ungkap Saepul Bahri Bupati Purwakarta.
Di beberapa bulan, Diskominfo Purwakarta memberikan link pendaftaran Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang harus di isi data data, untuk terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan 2025.
Dalam pergantian tahun , Diskominfo Purwakarta memberikan link kembali untuk penerima Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang sudah selesai dan di berikan masing masing mendapatkan tersebut.
Anehnya,salah satu awak media mempertanyakan kenapa kami tidak mendapatkan kartu BPJS ketenagakerjaan, sedangkan kami mengisi from web yang di berikan Diskominfo Purwakarta,tapi tidak ada atau tidak mendapatkan ungkapnya.
Masih dilokasi diskominfo Purwakarta,salah satu Bagian Pengelolaan data Berinisial R mengatakan bahwa tidak ada datanya terhadap kami ungkap R.
“Coba saja pertanyakan ke BPJS Ketenagakerjaan saya berikan nomor nya tersebut ucap R.
Akhirnya awak media mencoba konfirmasi Jumat,13/2/2026 terhadap pihak BPJS Ketenagakerjaan Berinisial H, mengatakan bahwa kami hasil data yang diberikan oleh diskominfo Purwakarta ucapnya.
Namun, kalau mau saya cek datanya,apakah terdata atau tidak di BPJS Ketenagakerjaan, silahkan dikirim ke kami tegasnya H
Saat data tersebut, dikirim terhadap pihak BPJS Ketenagakerjaan dan Diskominfo Purwakarta sama sekali tidak ada kelanjutan dan informasi apapun.
Pihak Diskominfo Purwakarta R menjelaskan coba tolong di cek lagi,atau pertanyakan saja ke kadis Kominfo, ujar R.
Awak media, memperjelas bahwa saat pihak diskominfo Purwakarta memberikan link BPJS ketenagakerjaan kami sudah mengisi dua kali from online.
Hal tersebut,tidak mungkin tidak ada data yang terisi,karena situs tersebut hanya bisa membuka dari pihak diskominfo Purwakarta untuk pengajuan ke BPJS Ketenagakerjaan, yang tidak masuk logis kalau kami tidak mengisi from online tersebut,”ungkapnya.
Terlihat dalam pelaksanaan kinerja diskominfo Purwakarta diduga masih lemahnya dalam informasi dan juga dugaan kuat hanya pilihan saja,dan juga mengangkangi Program Bupati Purwakarta.
Sampai berita ini diterbitkan belum berhasil konfirmasi terhadap Kadis Kominfo Purwakarta, untuk pernyataan resmi.
(Red)






























