PRABUMULIH – DPW IWO Indonesia Sumatera Selatan menyatakan keprihatinan mendalam atas terjadinya kasus kekerasan antarsiswa yang menimpa Andreas Noval Rafasah, siswa kelas IV SD Negeri 24 Kecamatan Prabumulih Timur.
Berdasarkan laporan yang diterima, siswa tersebut diduga dikeroyok oleh sembilan orang teman sekolah nya hingga mengalami pembengkakan pada kaki sebelah kanan dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Prabumulih. Orang tua korban, Arif Budiman, menyayangkan kejadian ini dan mempertanyakan respons awal pihak sekolah yang dinilai belum memberikan perhatian yang cukup.
Menurut keterangan orang tua, lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar, bukan tempat terjadinya perundungan maupun kekerasan antar‑siswa. Keluarga berharap Dinas Pendidikan Kota Prabumulih segera turun tangan, meminta penjelasan pihak sekolah, melakukan evaluasi terhadap penanganan kasus oleh pimpinan sekolah, dan mengambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Saat awak media mendatangi SD Negeri 24 pada Jumat (6 November 2026) untuk konfirmasi guna keberimbangan berita, kepala sekolah tidak berada di lokasi sehingga belum dapat memberikan keterangan resmi. Hingga berita ini diterbitkan, tim liputan masih terus berupaya mendapatkan klarifikasi dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Kota Prabumulih.
Ketua DPW IWO Indonesia Sumsel sakrin dalam pernyataannya menegaskan bahwa kasus kekerasan di lingkungan pendidikan harus ditangani secara serius dan menyeluruh oleh semua pihak terkait. “Kami mendesak pihak berwenang untuk memverifikasi seluruh fakta kejadian, memberikan perlindungan kepada korban, serta membangun budaya aman di lingkungan sekolah,” ujarnya.
(red)






























