Beranda Daerah Warga Keluhkan Bau Busuk Menyengat dari Pabrik Pengolahan Karet PT Bathin Delapan...

Warga Keluhkan Bau Busuk Menyengat dari Pabrik Pengolahan Karet PT Bathin Delapan (VIII) Sarolangun

SAROLANGUN, Lorongnews.id – Aktivitas pabrik pengolahan karet milik PT Karet Bathin Delapan (VIII) yang berlokasi di jalan Lintas Sumatera Sarolangun- Bangko KM 21, Dusun Dalam, Kecamatan Bathin Delapan (VIII) , Kabupaten Sarolangun, menuai keluhan dari warga sekitar. Pasalnya, limbah cair dari proses pengolahan karet diduga menimbulkan aroma tidak sedap dan polusi udara yang sangat mengganggu kenyamanan masyarakat di kawasan perkampungan tersebut.

Menurut penuturan sejumlah warga, bau menyengat dari arah pabrik sering tercium terutama pada pagi dan sore hari. Aroma tersebut diduga berasal dari proses pengolahan dan pembuangan limbah cair yang tidak dikelola dengan baik.

Berita Lainnya  Jangan Kaget Saat Bayar! Warga Diimbau Cek Harga Menu Sebelum Makan di Sekitar RS AR Bunda

“Bau karet dan limbahnya sangat kuat, kadang bikin pusing dan mual. Kami yang tinggal tidak jauh dari pabrik ini sudah sering mengeluh, tapi belum ada perubahan,” ujar Samsul, salah satu warga Dusun dalam Kecamatan Bathin Delapan (VIII) , Minggu (20/09/2026).
Warga juga mengaku khawatir dampak pencemaran itu akan memengaruhi kualitas udara dan lingkungan sekitar, terutama karena lokasi pabrik berada cukup dekat dengan pemukiman penduduk dan lahan pertanian.

Selain menimbulkan bau tidak sedap, beberapa warga mengeluhkan adanya asap pekat dari proses pembakaran di area pabrik yang diduga turut memperburuk kualitas udara.

Berita Lainnya  Kericuhan Pecah di Club HNM Jatisampurna, Baku Pukul Disebut Merembet hingga Area Parkiran

“Kalau angin kencang, asap dan bau dari pabrik langsung masuk ke rumah-rumah. Kami berharap pemerintah turun tangan agar ada solusi,” tambah seorang warga lainnya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Karet Bathin Delapan (VIII) belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pencemaran tersebut. Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sarolangun segera melakukan peninjauan dan pengambilan sampel limbah untuk memastikan apakah aktivitas pabrik tersebut sesuai dengan standar baku mutu lingkungan yang berlaku.

Kehadiran industri di daerah perkampungan memang diharapkan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, namun warga menegaskan bahwa aspek kesehatan dan lingkungan harus tetap menjadi prioritas.

Berita Lainnya  DPD IWO Indonesia Kabupaten Bekasi Apresiasi Langkah Forkopimcam Cabangbungin Bersama Panitia Pilkades Lakukan Silaturahmi ke Balon Kepala Desa Jayalaksana

“Kami tidak menolak adanya pabrik, tapi tolong perhatikan lingkungan kami. Jangan sampai limbahnya mencemari udara dan air di sini,” tutup warga dengan nada harap.

(red)

Bagikan Artikel

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini